Beberapa bulan yang lalu Caroline menjadi siswi di salah satu SMA negeri
jakarta selatan. Ia tidak menyangka bahwa impiannya ingin masuk SMA
negeri akan terwujud, Ia sangat bersyukur dan merasa senang sekali.
Awalnya ia merasa takut karena banyak teman-teman nya yang mengatakan
bahwa orientasi di SMA negeri itu sangat meyeramkan, tetapi ia tetap
berfikir positif dan tidak mau memikirkan hal-hal yang membuatnya takut
saat masuk sekolah nanti. Pada saat namanya sudah masuk /terdaftar di
SMA tersebut awalnya Caroline di suruh ayahnya agar masuk ke jurusan ipa
supaya pada saat masuk kuliah lebih mudah mengambil jurusan yang di
inginkan, tetapi ia menolak karena ia tahu bahwa nilai ipa nya di UN
tidak begitu bagus, ia takut ia akan kesusahan dalam mempelajarinya. Dan
akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jurusan ips sesuai dengan apa
yang ia cita-citakan yaitu menjadi seorang pengacara yang sukses seperti
salah satu pengacara yang hebat yaitu Hotman Paris, dan ibunya pun
mendukung pilihan Caroline tersebut.
Di hari pertama masuk
sekolah sebagai siswi SMA ia tidak ingin datang terlambat. Ia pun
berusaha untuk bangun pagi-pagi setelah terbiasa bangun siang saat
liburan. Pada saat ke sekolah ia diantar oleh abangnya sampai ke pintu
gerbang. Ia merasa kurang percaya diri karena ia belom mempunyai teman
dan tidak mengenal satu orang pun di sana. Setelah itu ia pun menunggu
sampai ada pengumuman, ia merasa bingung mengapa belum di mulai juga,
kebetulan ada seorang perempuan di samping nya, ia ingin brtanya tapi
merasa canggung karena belum mengenal perempuan itu, akhirnya ia
memberanikan diri untuk bertanya, tetapi ia juga tidak tahu mengapa
belum di mulai juga padahal sudah banyak orang-orang yang menunggu lama.
Akhirya Caroline berjalan ke bagian depan dan ternyata ia bertemu
dengan teman SMP nya dan ia merasa senang sekali karena masih ada teman
yang ia kenal. Tetapi Ia merasa agak sedih karena teman-teman yang ia
kenal itu berbeda jurusan dengan dia.
Akhirnya terdengar
suara pengumuman untuk semua siswa/siswi orientasi harap berbaris ke
lapangan untuk pembagian kelas. Nama Caroline pun di tempatkan di kelas X
IIS 1, awalnya ia merasa takut karena tidak satu orang pun yang ia
kenal. Akhirnya ia dan teman-teman satu kelasnya pun berjalan menuju
ruang kelas yang berada di lantai dua gedung lama dengan di pimpin oleh
kakak-kakak penanggung jawab (OSIS). Ia pun segera mencari tempat duduk
yang menurutnya tempat yang nyaman untuk di duduki, karena tidak ada
satu pun yang ia kenal ia pun duduk sendirian. Setelah itu kakak-kakak
OSIS memperkenalkan diri mereka masing-masing serta jabatan yang ia
duduki, dan kita pun harus mengingat nama dan jabatan kakak-kakak
tersebut.
Setelah itu kita harus mengingat nama-nama
teman-teman kita di X iis 1, dan mencatat apa-apa saja yang di tulis
kakak-kakak OSIS di papan tulis, dan besok kita pun harus membawanya,
tidak lupa kita pun harus menghafal yel yel yang sudah kita buat dan
setiap kelas akan menampilkannya. Bel istirahat pun berbunyi semua
anak-anak boleh keluar kelas. Ini adalah kesempatan Caroline untuk
membaur dan mencari teman baru agar ia tidak merasa kesepian dan sendiri
terus. Syukurlah ia mendapat banyak teman baru yang meyenangkan dan
baik kepadanya. Hingga akhirnya menjadi sahabat-sahabatnya yang baik .
Dan setiap hari ia menjalani hari bersama sahabat-sahabatya dengan penuh
semangat dan suka cita.
Terima Kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar