Senin, 11 Mei 2015

SEJARAH KOPERASI



PELOPOR-PELOPOR KOPERASI



1.  Perkembangan Koperasi di Inggris 
 

 



Didirikan Di kota Rochdale Tahun  1844  Dipelopori oleh 28 anggota Koperasi tersebut dapat bertahan dan sukses karena didasari oleh semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha. Walaupun pada awalnya banyak mengalami hujatan, tetapi toko yang dikelola secara bersama-sama tersebut mampu berkembang secara bertahap. Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society, dengan prinsip-prinsip koperasinya : 
1.  Keanggota yang bersifat terbuka. 
2.  Pengawasan secara demokratis. 
3.  Bunga yang terbatas atas modal anggota.
4.  Pengembalian sisa hasil usaha sesuai dengan jasanya pada koperasi. 
5.  Barang-barang hanya dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan    harus secara tunai. 
6.  Tidak ada perbedaan berdasarkan ras, suku bangsa, agama dan aliran  politik.
7.  Barang-barang yang dijual adalah barang-barang yang asli dan bukan  yang rusak atau palsu. 
8.  Pendidikan terhadap anggota secar berkesinambungan

Dari pedoman koperasi di Rochdale inilah prinsip-prinsip pergerakan koperasi dibentuk. Meskipun masih sangat sederhana tetapi apa yang dilakukan koperasi Rochdale dengan prinsip-prinsipnya telah menjadi tonggak bagi gerakan koperasi di seluruh dunia. Prinsip-prinsip koperasi Rochdale tersebut kemudian dibakukan oleh I.C.A dan disampaikan dalam konggres I.C.A di Paris tahun 1937



2.  Perkembangan Koperasi di Jerman







Sekitar tahun 1848, muncul seorang pelopor yang bernama F. W. Raiffeisen, walikota di Flammersfield. Ia menganjurkan agar kaum petani menyatukan diri dalam perkumpulan simpan-pinjam. Raiffesien dapat mendirikan Koperasi dengan pedoman kerja sebagai berikut :

1.  Anggota Koperasi wajib menyimpan sejumlah uang. 
2.  Uang simpanan boleh dikeluarkan sebagai pinjaman dengan membayar  bunga. 
3.  Usaha Koperasi mula-mula dibatasi pada desa setempat agar tercapai  kerjasama    yang erat. 
4.  Pengurusan Koperasi diselenggarakan oleh anggota yang dipilih tanpa  mendapatkan upah. 
5.  Keuntungan yang diperoleh digunakan untuk membantu kesejahteraan  masyarakat



3. Perkembangan Koperasi di Jerman
  

Pelopor Koperasi lainnya dari Jerman ialah seorang hakim bernama H. Schulze yang berasal dari kota Delitzcsh. Pada tahun 1849 ia mempelopori pendirian Koperasi simpan-pinjam yang bergerak di daerah perkotaan. Pedoman kerja Koperasi simpan-pinjam Schulze adalah:

1. Uang simpanan sebagai modal kerja Koperasi dikumpulkan dari anggota 
2. Wilayah kerjanya didaerah perkotaan. 
3. Pengurus Koperasi dipilih dan diberi upah atas pekerjaannya. 
4. Pinjaman bersifat jangka pendek. 
5. Keuntungan yang diperoleh dari bunga pinjaman dibagikan kepada   anggota


SUMBER:
http://www.academia.edu/9394109/SEJARAH_KOPERASI_DI_DUNIA

Jumat, 08 Mei 2015

SAHABAT BARU

    Beberapa bulan yang lalu Caroline menjadi siswi di salah satu SMA negeri jakarta selatan. Ia tidak menyangka bahwa impiannya ingin masuk SMA negeri akan terwujud, Ia sangat bersyukur dan merasa senang sekali.

    Awalnya ia merasa takut karena banyak teman-teman nya yang mengatakan bahwa orientasi di SMA negeri itu sangat meyeramkan, tetapi ia tetap berfikir positif dan tidak mau memikirkan hal-hal yang membuatnya takut saat masuk sekolah nanti. Pada saat namanya sudah masuk /terdaftar di SMA tersebut awalnya Caroline di suruh ayahnya agar masuk ke jurusan ipa supaya pada saat masuk kuliah lebih mudah mengambil jurusan yang di inginkan, tetapi ia menolak karena ia tahu bahwa nilai ipa nya di UN tidak begitu bagus, ia takut ia akan kesusahan dalam mempelajarinya. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mengambil jurusan ips sesuai dengan apa yang ia cita-citakan yaitu menjadi seorang pengacara yang sukses seperti salah satu pengacara yang hebat yaitu Hotman Paris, dan ibunya pun mendukung pilihan Caroline tersebut.

     Di hari pertama masuk sekolah sebagai siswi SMA ia  tidak ingin datang terlambat. Ia pun berusaha untuk bangun pagi-pagi setelah terbiasa bangun siang saat liburan. Pada saat ke sekolah ia diantar oleh abangnya sampai ke pintu gerbang. Ia merasa kurang percaya diri karena ia belom mempunyai teman dan tidak mengenal satu orang pun di sana. Setelah itu ia pun menunggu sampai ada pengumuman, ia merasa bingung mengapa belum di mulai juga, kebetulan ada seorang perempuan di samping nya, ia ingin brtanya tapi merasa canggung karena belum mengenal perempuan itu, akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya, tetapi ia juga tidak tahu mengapa belum di mulai juga padahal sudah banyak orang-orang yang menunggu lama. Akhirya Caroline berjalan ke bagian depan dan ternyata ia bertemu dengan teman SMP nya dan ia merasa senang sekali karena masih ada teman yang ia kenal. Tetapi Ia merasa agak sedih karena teman-teman yang ia kenal itu berbeda jurusan dengan dia.

     Akhirnya terdengar suara pengumuman untuk semua siswa/siswi orientasi harap berbaris ke lapangan untuk pembagian kelas. Nama Caroline pun di tempatkan di kelas X IIS 1, awalnya ia merasa takut karena tidak satu orang pun yang ia kenal. Akhirnya ia dan teman-teman satu kelasnya pun berjalan menuju ruang kelas yang berada di lantai dua gedung lama dengan di pimpin oleh kakak-kakak penanggung jawab (OSIS). Ia pun segera mencari tempat duduk yang menurutnya tempat yang nyaman untuk di duduki, karena tidak ada satu pun yang ia kenal ia pun duduk sendirian. Setelah itu kakak-kakak OSIS memperkenalkan diri mereka masing-masing serta jabatan yang ia duduki, dan kita pun harus mengingat nama dan jabatan kakak-kakak tersebut.

    Setelah itu kita harus mengingat nama-nama teman-teman kita di X iis 1, dan mencatat apa-apa saja yang di tulis kakak-kakak OSIS di papan tulis, dan besok kita pun harus membawanya, tidak lupa kita pun harus menghafal yel yel yang sudah kita buat dan setiap kelas akan menampilkannya. Bel istirahat pun berbunyi semua anak-anak boleh keluar kelas. Ini adalah kesempatan Caroline untuk membaur dan mencari teman baru agar ia tidak merasa kesepian dan sendiri terus. Syukurlah ia mendapat banyak teman baru yang meyenangkan dan baik kepadanya. Hingga akhirnya menjadi sahabat-sahabatnya yang baik . Dan setiap hari ia menjalani hari bersama sahabat-sahabatya dengan penuh semangat dan suka cita.

Terima Kasih.